Banjir Tenggelamkan 60 Rumah Bojonegoro

Sekitar 60 rumah di kawasan Kabupaten Bojonegoro terendam bajir mulai kemarin (01/04) pagi. Banjir ini dikarenakan meluapnya sungai bengawan solo setelah di kawasan hulu sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut dilanda hujan lebat.

Luapan Bengawan Solo ini sebenarnya  berasal dari daerah Madiun dan Kabupaten Karanganayar yang dilanda hujan lebat pada Selasa (30/03) malam. Akibatnya terjadi pertemuan air di Dungus, Ngawi antara Bengawan Solo dan Kali Madiun.

Kawasan yang terendam banjir antara lain perkampungan Ledok Kulon dan Ledok Wetan, Banjarejo dan sebagian di Jetak. Lalu beberapa kawasan lain seperti Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, dan di Desa Ngulanan, Jarakan dan Ngablak. Rata-rata ketinggian air antara 20 cm hingga 40 cm.

Banjir juga merendam ratusan hektar tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Kalitidu, seperti di Desa Cengungklung, Ngraho, Manukan, Celangap dan sekitarnya. Juga sejumlah desa di Kecamatan Trucuk, Kasiman, Kapas, Kanor dan sebagian di Padangan.

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jony Nur Hayanto mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menetapkan siaga dua banjir kepada masyarakat. Pemerintah Bojonegoro menyatakan kerugian hampir Rp 2  miliar.

“Untuk peningkatan kewaspadaan, kami memperingatkan siaga banjir II” tutup Jony.

Popularity: 1% [?]



Baca Juga :


Comments are closed.